tradisibali

halo timpal-timpal mekejangg (teman-teman semua)  :vv
sekrng saya sedikit memberitahu tradisi di Vali nihh
yukk,,,

1) Hari Raya Nyepi
jalan sepi saat Nyepi
             Budaya dan tradisi Bali yang berkaitan dengan kehidupan agama Hindu adalah perayaan Hari Raya Nyepi di Bali, sebuah perayaan memperingati datangnya atau pergantian tahun baru Caka dalam kalender agama Hindu. Seperti namanya nyepi atau sepi, umat Hindu yang merayakannya haruslah sepi, hening, tenang dan tanpa aktifitas. Tentunya berbeda dan berbanding terbalik jika dibandingkan dengan perayaan tahun Baru Masehi yang identik dengan kemeriahan, semarak, euforia, gemerlapnya malam dan pesta.
2) Pawai Ogoh-Ogoh

 teman-teman saya saat selesai menggarap ogoh-ogoh

salah satu ogoh-ogoh dilingkungan saya

Tradisi mengarak ogoh-ogoh di Bali ini digelar tepat sehari sebelum hari Raya Nyepi, sekitar jam 6-6.30 sore ogoh-ogoh mulai diarak keliling desa ataupun kota, hampir sebagaian besar warga Hindu di Bali ini menggelar pawai ogoh-ogoh, ini mereka lakukan karena berhubungan dengan ritual keagamaan. Ogoh-ogoh adalah sebuah boneka raksasa yang merupakan simbol dari Bhuta Kala, dibuat dengan wujud menyeramkan atau simbol sebuah kejahatan, yang paling dominan berwujud raksasa menyeramkan, binatang atau bahkan wujud seorang penjahat. Prosesi pawai ogoh-ogoh tersebut masih dalam rangkaian pelaksanaan Hari Raya Nyepi, setelah sebelumnya diadakan Tawur Kesanga memberikan upah kepada Bhuta Kala, kemudian petang harinya diusir dan diarak keliling dalam bentuk pawai, agar tidak mengganggu kehidupan manusia lagi, terutama esok harinya saat melaksanakan hari raya Nyepi.
3) Tradisi Omed-Omedan

omed-omedan

tradisi unik ini digelar di tengah kota Denpasar, tepatnya di Banjar Kaja, Desa Sesetan, Denpasar Selatan. Digelar setahun sekali, bertepatan saat hari Ngembak Geni atau sehari setelah hari Raya Nyepi, tradisi unik dimulai sekitar pukul 14.00 selama 2 jam. Prosesi ini hanya diikuti oleh kalangan muda-mudi atau yang belum menikah dengan umur minimal 13 tahun, omed-omedan berarti tarik menarik antar pemuda dan pemudi warga banjar dan terkadang dibarengi dengan adegan ciuman diantara keduanya. Tradisi ini digelar sebagai wujud kegembiraan setelah pelaksanaan Hari Raya Nyepi, ini sebuah warisan budaya leluhur, memiliki nilai sakral dan dipercaya akan mengalami hal buruk jika tradisi ini tidak dilangsungkan.


4)Tradisi Ngaben

Ngaben Ubud

Mayoritas warga Hindu Bali melakukan upacara Ngaben saat orang meninggal, walaupun ada beberapa tidak melaksanakan upacara Ngaben seperti pada penduduk Bali Aga contohnya desa Tenganan dan Trunyan. Saat  upacara Ngaben, jasad atau tubuh orang meninggal bisa dikubur terlebih dahulu ataupun dikremasi langsung. Upacara Ngaben digelar adalah wujud bakti manusia dan kewajiban suci kepada leluhurnya atau orang yang telah meninggal. Tujuan upacara Ngaben mengembalikan unsur Panca Maha Bhuta dari tubuh kasar manusia ke asalnya dan badan halus (atma) yang telah meninggalkan lebih cepat mendapat penyucian dan kembali kesisi-Nya. Tata cara pelaksanaan Ngaben pun tidak selalu sama sesuai dengan situasi, kondisi dan tempat Ngaben tersebut berlangsung, namun yang terpenting esensi atau tujuannya sama.


nah itu hanya beberapa contohnya saja kawan,
okk, sekian dan byeee

Komentar

Postingan populer dari blog ini

gitar

kulinerbali